NEW DREAMS ๐
Bismillah
Bicara soal mimpi dan tujuan. Ya, aku dan mimpiku yg usang dan tujuanku yg berbelok-belok. Kegelisahan hati yg tak henti bergejolak. Aku yg tanpa mimpi & tujuan bukanlah aku. Begitu pula dg mimpi usang dan tujuan berliku. Semoga tidak lagi.
Hasratku mulai sudi menghapus sawang dlm mimpi dan tdk ragu utk memilih satu belokan saja dlm tujuan. Tentu saja semua atas kehendak Allah Azza wa Jalla.
Seluruh sanjung terpaku pada Dia Sang Penguasa sebenar-benar Penguasa alam semesta.
Masa ke 19 ku telah memberi rasa hidup yg lebih dari sekedar nano. Memiliki prinsip yg berbeda pada tiap masanya. Pola pikir yg trs bertemu tentangan & tantangan tak sama, dg aku yg terobsesi akan 'terbaik'. Pengagum kesempurnaan. Pelaknat kecacatan. Tentu, aku benci ke-biasa saja-an. Pada masanya aku begitu, hingga kesempurnaan dlm dimensi lain bertamu dan singgah dalam diriku. Tentu utk spesiesku, bukan Dia.
Aku bertemu hasratku yg pada akhir keputusan aku memilihnya sebagai pedoman gairah tujuan&mimpi seumur hidup.
Hasrat itu berbunyi,
๐ฎSebaik2 kalian adl yg mempelajari al-qur'an dan mengajarkannya(HR Bukhori)
๐ฎSebaik2 manusia adl yg paling bermanfaat bagi manusia lainnya(HR Ahmad)
๐ฎSemulia2 orang adl yg paling bertaqwa diantara kamu (49:13)
๐ฎTidak ada sesuatu amalan yg jika diletakkan dlm timbangan lebih berat dari akhlak mulia2 (HR Tirmidzi no.2134)
Bertubi-tubi aku rasakan harum dan segarnya kata2 itu. Karena renyah&kontrasnya mimpi dan tujuan. Surga. Wajah Allah.
Pengagum sempurna ingin memulai dari awal. Karena memang hrs begitu jika ingin sempurna. Namun, sosok khalifah ke-2 membangunkannya. TERLAMBAT ITU TIDAK ADA. Hanya ketika ajal dtg dan aku belum kembali padaNya. Maka saat itulah aku terlambat.
Hal cacat yg tersisa adl ketidaktahuanku dan manusia ttg ajal. Kapan dia bertugas. Apakah aku sudah pantas bergegas ke sana. Yg aku tdk tahu yg mana tempatku pulang.
Mendarat sudah aku dalam perjalanan menuju tujuan dan mimpiku yang sesungguhnya.
Sempat tersesat. Aku pikir dengan menempelkan seluruh al-qur'an di dalam Memori diri akan menyelesaikan kebutuhan ku dan memperbaiki seluruh kerusakanku. Aku pikir dengan itu, itulah tujuan hidupku. Aku pikir dengan itulah aku bisa menempatkan diri di tempat yang aku mau. Tapi bukan. Aku akan menempelnya dengan indah dan menyimpannya seabadi umurku. Perlahan namun berlanjut. Bukan tujuan. Namun jalan menuju tujuan. Bahan bakar yg tidak akan habis mengantarkan padaNya.
Bukan ulama. ustad. santri. terbanyak ilmu. Penghafal al-qur'an,hadist. Lc Ba Dr yang akan masuk surga. Bukan.
Akan tetapi yang mengamalkannya. Mengamalkan apa yang ia tahu. Tidak sekedar tahu dan terus bermaksiat. Semoga Allah melindungi kita dari segala perbuatan dosa dan maksiat.
Sekali lagi. Terlambat terjadi ketika kita mati. Dan kita tidak tahu kapan mati. Bukankah sewajibnya kita berusaha memperbaiki diri? Jangan menyerah!
Janga merasa malu. Jangan merasa gengsi.
Jangan peduli kata orang.
Jangan ragu untuk memulai.
Jangan berfikir hidup lama.
Jangan kalah sama syaithon.
Jangan terbawa gaya hidup kebanyakan orang.
Ketika org memuji kita dan kita senang. Sejujur dan sesungguhnya kita TIDAK mendapatkan apa apa selain pujian dan kesenangan fana. Lalu selanjutnya kita akan terus berusaha menyenangkan org lain dan MENYAMAKAN kita dengan orang yg kita anggap harus kita ikuti cara bergaya dalam hidupnya.
Kembali lagi. Hidayah dari Allah. Manusia tidak ada kehendak atas hasil. Aku sayang kamu, saudaraku yg aku cintai karena Allah. Semoga Allah memberi hasil terbaik untuk kita. Semangat utk semua yg terus berusaha memperbaiki diri. Cinggg!!!
Allahu a'lam.
Alhamdulillah.
Bicara soal mimpi dan tujuan. Ya, aku dan mimpiku yg usang dan tujuanku yg berbelok-belok. Kegelisahan hati yg tak henti bergejolak. Aku yg tanpa mimpi & tujuan bukanlah aku. Begitu pula dg mimpi usang dan tujuan berliku. Semoga tidak lagi.
Hasratku mulai sudi menghapus sawang dlm mimpi dan tdk ragu utk memilih satu belokan saja dlm tujuan. Tentu saja semua atas kehendak Allah Azza wa Jalla.
Seluruh sanjung terpaku pada Dia Sang Penguasa sebenar-benar Penguasa alam semesta.
Masa ke 19 ku telah memberi rasa hidup yg lebih dari sekedar nano. Memiliki prinsip yg berbeda pada tiap masanya. Pola pikir yg trs bertemu tentangan & tantangan tak sama, dg aku yg terobsesi akan 'terbaik'. Pengagum kesempurnaan. Pelaknat kecacatan. Tentu, aku benci ke-biasa saja-an. Pada masanya aku begitu, hingga kesempurnaan dlm dimensi lain bertamu dan singgah dalam diriku. Tentu utk spesiesku, bukan Dia.
Aku bertemu hasratku yg pada akhir keputusan aku memilihnya sebagai pedoman gairah tujuan&mimpi seumur hidup.
Hasrat itu berbunyi,
๐ฎSebaik2 kalian adl yg mempelajari al-qur'an dan mengajarkannya(HR Bukhori)
๐ฎSebaik2 manusia adl yg paling bermanfaat bagi manusia lainnya(HR Ahmad)
๐ฎSemulia2 orang adl yg paling bertaqwa diantara kamu (49:13)
๐ฎTidak ada sesuatu amalan yg jika diletakkan dlm timbangan lebih berat dari akhlak mulia2 (HR Tirmidzi no.2134)
Bertubi-tubi aku rasakan harum dan segarnya kata2 itu. Karena renyah&kontrasnya mimpi dan tujuan. Surga. Wajah Allah.
Pengagum sempurna ingin memulai dari awal. Karena memang hrs begitu jika ingin sempurna. Namun, sosok khalifah ke-2 membangunkannya. TERLAMBAT ITU TIDAK ADA. Hanya ketika ajal dtg dan aku belum kembali padaNya. Maka saat itulah aku terlambat.
Hal cacat yg tersisa adl ketidaktahuanku dan manusia ttg ajal. Kapan dia bertugas. Apakah aku sudah pantas bergegas ke sana. Yg aku tdk tahu yg mana tempatku pulang.
Mendarat sudah aku dalam perjalanan menuju tujuan dan mimpiku yang sesungguhnya.
Sempat tersesat. Aku pikir dengan menempelkan seluruh al-qur'an di dalam Memori diri akan menyelesaikan kebutuhan ku dan memperbaiki seluruh kerusakanku. Aku pikir dengan itu, itulah tujuan hidupku. Aku pikir dengan itulah aku bisa menempatkan diri di tempat yang aku mau. Tapi bukan. Aku akan menempelnya dengan indah dan menyimpannya seabadi umurku. Perlahan namun berlanjut. Bukan tujuan. Namun jalan menuju tujuan. Bahan bakar yg tidak akan habis mengantarkan padaNya.
Bukan ulama. ustad. santri. terbanyak ilmu. Penghafal al-qur'an,hadist. Lc Ba Dr yang akan masuk surga. Bukan.
Akan tetapi yang mengamalkannya. Mengamalkan apa yang ia tahu. Tidak sekedar tahu dan terus bermaksiat. Semoga Allah melindungi kita dari segala perbuatan dosa dan maksiat.
Sekali lagi. Terlambat terjadi ketika kita mati. Dan kita tidak tahu kapan mati. Bukankah sewajibnya kita berusaha memperbaiki diri? Jangan menyerah!
Janga merasa malu. Jangan merasa gengsi.
Jangan peduli kata orang.
Jangan ragu untuk memulai.
Jangan berfikir hidup lama.
Jangan kalah sama syaithon.
Jangan terbawa gaya hidup kebanyakan orang.
Ketika org memuji kita dan kita senang. Sejujur dan sesungguhnya kita TIDAK mendapatkan apa apa selain pujian dan kesenangan fana. Lalu selanjutnya kita akan terus berusaha menyenangkan org lain dan MENYAMAKAN kita dengan orang yg kita anggap harus kita ikuti cara bergaya dalam hidupnya.
Kembali lagi. Hidayah dari Allah. Manusia tidak ada kehendak atas hasil. Aku sayang kamu, saudaraku yg aku cintai karena Allah. Semoga Allah memberi hasil terbaik untuk kita. Semangat utk semua yg terus berusaha memperbaiki diri. Cinggg!!!
Allahu a'lam.
Alhamdulillah.

Komentar
Posting Komentar